Software Iklan Baris Massal

Senin, Agustus 01, 2011

Kesetiaan Kunci Keluarga Bahagia

 By: M. Agus Syafii

Rumah tangga ada yang berlangsung lama, masing-masing setia kepada  perkawinannya hingga kakek nenek, ada yang ketika nikah, pernikahannya dilaksanakan dengan meriah, banyak tamu, banyak ucapan selamat, banyak kado, tetapi, bahtera baru sebentar berlayar, ombak demi ombak datang menghantamnya. Meski sarana materi boleh jadi tercukupi, tetapi di sana   tidak  lagi ada kelembutan, kemesraan dan kesetiaan. Agenda harian  rumah tangga berubah menjadi pertengkaran, kebencian dan makian.  Seorang istri karena setiap hari hatinya terluka karena perbuatan suami mengatakan, 'Saya setiap kali mendengar suara mobil suami datang, saya depresi  dan tangan saya gemetar. Saya lebih senang bila suami tidak pulang.' Itulah gambaran cinta dan kasih sayang yang sudah tidak terawat lagi dalam rumah tangga.

Keanggunan hidup berumah tangga sangat bergantung kepada faktor kesetiaan di antara mereka. Ada hadis Nabi yang menjelaskan bahwa rumah tangga yang kesetiaannya hanya diikat oleh faktor harta benda, tunggulah  kehancuran, karena tabiat harta memang curang.  Ia hanya mau menemani  dalam  keadaan suka, sementara dalam keadaan duka harta justru sering menjadi pemicu permusuhan. Sebuah ungkapan menyebutkan, 'ada uang, abangku sayang, tak ada uang, abang kutendang. Ada uang berarti abang saya, tidak ada uang abang payah.

Selengkapnya...